Wednesday, November 13, 2019

Kebutuhan Telekomunikasi Jaringan

Kebutuhan telekomunikasi jaringan 



Kebutuhan telekomunikasi jaringan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
-Analisis peninjauan lapangan dalam telekomunikasi
-Analisis kebutuhan sumber daya dalam telekomunikasi
-Analisis perangkat telekomunikasi jaringan 

A.Analisis Peninjuan Lapangan dalam Telekomunikasi

Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian informasi darim satu tempat ke tempat lain ,contohnya  seperti telepon genggam.

Perkembangan ponsel din zaman ini telah memberikan perubahan perilaku bagi penggunanya baik itu positif maupun negatif.

Dampak Positif

a. Hubungan antar Manusia

dapat berinterkasi dalam jarak jauh sesama pengguna telepon melalui media telekomunikasi misalnya HP.

b. Dunia Kerja dan Bisnis

Menggunakan ponsel dalam dunia bisnis sangat menguntungkan, karena kita bisa memasarkan produk kita dengan cara yang mudah dan bisa menjangkau sampai pasar internasional

Dampak Negatif

a. Kepribadian Anak (Perubahan tingkah laku)

b.Tingkat Kehidupan Masyarakat
Semakin tidak peka terhadap lingkungan (memicu kejahatan dan penipuan).
c. Kemalasan
Proses interaksi secara langsung jarang dilakukan.

B. Analisis kebutuhan sumber daya dalam telekomunikasi

       I.          Wireline (Berkabel)
Wireline adalah berbagai sumber daya yang dimiliki untuk berkomunikasi secara elektronik,atau Jaringan internet tanpa kabel.

Kabel yang digunakan:

1.     Kabel Coaxcial

Kelebihan Kabel Coaxial
·        Kabel coaxial memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan kabel fiber optik.
·        Kabel coaxial memiliki kecepatan transmisi cukup tinggi walaupun mempunyai keterbatasan
           dalam hal jangkauan.

Kelemahan Kabel Coaxial
·        Cukup rumit dalam proses instalasi.
·        Kabel coaxial cenderung lebih mahal dalam biaya pemeliharaan yang dibutuhkan.
·        Kabel jenis ini sangat rentan terhadap temperature di dalam kabel.

2.     Kabel Twisted Pair

Kabel Twisted Pair merupakan suatu kabel di mana 2  konduktornya digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau bahkan meniadakan dari adanya gangguan elektromagnetik yang ada dari luar.

3.     Kabel Fiber Optik

Kabel jaringan fiber optik adalah suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media transmisi terarah  guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer.

         Kelebihan Kabel FO
·        Transmisi data 10 s.d. 100 Mbps,
·        Delay atau waktu koneksi antarkomputer cepat,

         Kelemahan Kabel FO
·        Penggunaan terbatas pada satu tempat yang terjangkau kabel
·        Waktu untuk instalasi lama


    II.            WIRELESS ( Tanpa Kabel)

Wireless merupakan jaringan komputer yang menghubungkan komputer lain tanpa menggunakan kabel, dapat diganti dengan menggunakan:
1.     Gelombang Radio
2.     Sinar inframerah
3.     Bluetooth
4.     Gelombang mikro

Kelebihan :

•Mobilitas :
Jaringan nirkabel menyediakan pengaksesan secara real-time kepada pengguna jaringan di mana saja selama berada dalam batas aksesnya.

•Kecepatan Instalasi:
Proses instalasi jaringan ini relatif lebih cepat dan mudah karena tidak  membutuhkan kabel yang harus dipasang sebagai penghubung.


Kekurangan :

•Transmisi data hanya 1-2 Mbps yang jumlahnya jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

•Transmisi data dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lainnya.

•Biaya peralatannya mahal.


 III.            JARINGAN DENGAN MODEM

a)     Modem Internal merupakan sebuah kartu yang dipasangkan pada slot motherboard. Keuntungan modem ini adalah cara pemasangannya mudah dan harganya relatif lebih murah.

b)    Modem Eksternal adalah modem yang dipasang diluar komputer, biasanya ditancapkan pada slot USB.


IV.            KOMUNIKASI DENGAN SATELIT

Komunikasi tanpa kabel yang menggunakan satelit sebagai pemancar, penerima dan penguat. Sistem komunikasi ini menggunakan gelombang sebagai penghantar datanya.Contohnya :

  • Antena
  • Televisi dan radiokomunikasi selular
  • VSAT (dari Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit.
C. Analisis perangkat telekomunikasi jaringan 
Menganalisis Kebutuhan Perangkat Dalam Telekomunikasi

1. Jenis-jenis kabel :

Kabel coaxial
Twisted pair
Serat optik
Kabel UTP

2. Jenis perangkat :
a. NIC adalah perangkat yang memungkinkan komputer untuk bergabung bersama dalam LAN

b. Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring.  Router minimal memiliki 2 network interface.  

c. Switch
Switch adalah perangkat yang identik dengan HUB, hal ini dikarenakan kedekatan dari fungsi kedua perangkat tersebut. Namun switch adalah perangkat yang lebih cerdas dibandingkan HUB

d. PC
PC Personal Computer adalah seperangkat komputer yang digunakan oleh satu orang saja / pribadi.

e. Modem
Modem adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan internet melalui telepon


Dasar Router

   1.Dasar- dasar router

            

  
Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring.  Router minimal memiliki 2 network interface. Dalam postingan sebelumnya tentang mengenal teknik subneting telah disinggung bahwa koneksi antar network (jaringan dengan subnet IP yang berbeda) hanya bisa terjadi dengan bantuan Router.

PENGERTIAN ROUTER



Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.


Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).


2.Konfigurasi Roting Dasar

a. Hostname
Fungsinya adalah untuk memberi nama pada router
syntax :
router(config)#hostname nama router yang diinginkan
misal nama router yang diinginkan adalah sragen, maka bentuk perintahnya
router(config)#hostname sragen
maka nama router akan langsung berubah menjadi router
router(config)#



b. Enable password
Fungsinya untuk mengaktifkan password pada perintah enable atau saat masuk ke privilege mode
syntax :
router(config)#enable password isi  password yang diiinginkan
misal isi password yang diinginkan adalah cisco, maka bentuk perintahnya
router(config)#enable password cisco


c. Enable secret
Fungsinya untuk mengaktifkan password secret pada perintah enable, fungsinya sama dengan perintah enable password, enable secret memiliki prioritas yang lebih tinggi dalam artian jika enable secret dan enable password sama-sama diaktifkan pada router, yang akan aktif untuk digunakan ketika ingin masuk ke mode privilege adalah isi password pada perintah enable secret, selain itu isi password pada enable secret dalam bentuk terenkripsi.
syntax :
router(config)#enable secret isi-secret yang diinginkan
misal isi secret yang diinginkan adalah class, maka bentuk perintahnya adalah
router(config)#enabel secret class


d. Line console
Mengaktifkan password pada line console, agar hanya orang yang mengetahui/ memiliki password saja yang bisa mengakses router melalui line console. Router hanya memiliki 1 buah line console. Line Console itu jalur atau port yang berfungsi untuk mengakses router saat awal dan tidak memerlukan IP address.
syntax :
router(config)#line console 0
router(config-line)#password isi-password yang diinginkan
router(config-line)#login


e. Line Virtual Terminal
Mengaktifkan password pada line virtual terminal, agar hanya orang yang mengetahui/ memiliki password saja yang bisa mengakses router melalui line virtual terminal atau secara remote akses alias telnet. Router memiliki beberapa buah line virtual terminal (vty).
syntax :
router(config)#line vty 0 4
router(config-line)#password  isi-password yang diinginkan
router(config-line)#login


f. Konfigurasi IP Pada Interface
syntax :
router(config)interface port yang ingin diberikan IP
router(config-intf)ip address Alokasi IP  Subnet mask
misalnya kita ingin memberikan IP 192.168.100.1 dengan Subnet Mask 255.255.255.0 pada interface fa0/0 router, maka konfigurasinya sebagai berikut
router(config)interface fa0/0
router(config-intf)ip address 192.168.100.1 255.255.255.0




3. Konfigurasi Routing menggunakan OSPF

Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.

OSPF termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki  kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.

Cara Kerja OSPF

Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip kerja dari OSPF:
Setiap router membuat Link State Packet (LSP)
Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area.
Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.
Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP  ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.6
LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek.
Konfigurasi OSPF - Backbone Are


OPSF merupakan protokol routing yang menggunakan konsep hirarki routing, dengan kata lain OSPF mampu membagi-bagi jaringan menjadi beberpa tingkatan. Tingakatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan yaitu area.


OSPF memiliki beberapa tipe area diantaranya:


Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung dengan backbone secara logikal.
Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0 (Backbone area).
Stub Area -> Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise external route (digantikan default area).
Not So Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari router yang masih dalam 1 area.


Sebagai pembukaan di lab dynamic routing ini saya kan mulai dengan lab RIP
(Routing Information Protocol ). Sebenarnya Routing RIP ini sudah jarang
digunakan karena dia pemilihan jalur berdasarkan jarang lompatan terdekat, dan
tidak mempedulikan bandwidth, ditambah lagi maksimal next hop nya cuma 15 Next
Hop. Cara konfigurasi Routing RIP:
Pertama kita akan setting IP pada setiap Router

R0
konfigurasi IP pada Router 0

Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.20.2 255.255.255.248
Router(config-if)#no shutdown

Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.248
Router(config-if)#no shutdown

R1
Konfigurasi IP pada Router 1

Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.248
Router(config-if)#no shutdown

Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.30.1 255.255.255.248
Router(config-if)#no shutdown

R2
Konfigurasi IP pada Router 2

Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.40.1 255.255.255.248
Router(config-if)#no shutdown

Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.30.2 255.255.255.248
Router(config-if)#no shutdown

Kemudian Kita akan masuk untuk konfigurasi RIP pada setiap Router.kali ini Kita akan menggunakan RIP versi 2

R0
Konfigurasi RIP pada Router 0
Pada konfigurasi kali ini tambahkan network yang terhubung ke Router 0.

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.10.0
Router(config-router)#network 192.168.20.0
Router(config-router)#no auto-summary


R1
Konfigurasi RIP pada Router 1
Pada konfigurasi kali ini tambahkan network yang terhubung ke Router 1.

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.20.0
Router(config-router)#network 192.168.30.0
Router(config-router)#no auto-summary

R2
Konfigurasi RIP pada Router 2
Pada konfigurasi kali ini tambahkan network yang terhubung ke Router 2.

Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.30.0
Router(config-router)#network 192.168.40.0
Router(config-router)#no auto-summary

Kemudian Setting IP pada PC Client yang terhubung Ke Router 0 dan Router 2

Client Router 0



Client Router 2




No comments:

Post a Comment